Rabu, 28 Desember 2011

sejarah Jurnalistik

Julius Caesar dan Acta Diurna

Sejarah Jurnalistik dimulai jaman Romawi Kuno, pada masa pemerintahan Julius Caesar (100-44 SM).  Pada saat itu, terdapat acta diurna yang memuat semua hasil sidang, peraturan baru, keputusan-keputusan senat dan berbagai informasi penting yang ditempel di sebuah pusat kota. “Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.

Namun sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.

Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.

Berbeda dengan media berta saat ini yang 'mendatangi' pembacanya, pada waktu itu pembaca yang datang kepada media berita tersebut. Sebagian khalayak yang merupakan tuan tanah/hartawan yang ingin mengetahui informasi menyuruh budak-budaknya yang bisa membaca dan menulis untuk mencatat segala sesuatu yang terdapat pada Acta Diurna. Dengan perantaraan para pencatat yang disebut Diurnarii para tuan tanah dan hartawan tadi mendapatkan berita-berita tentang Senat.

Perkembangan selanjutnya pada Diurnarii tidak terbatas kepada para budak saja, tetapi juga orang bebas yang ingin menjual catatan harian kepada siapa saja yang memerlukannya. Beritanya pun bukan saja kegiatan senat, tetapi juga hal-hal yang menyangkut kepentingan umum dan menarik khalayak. Akibatnya terjadilah persaingan di antara Diurnarii untuk mencari berita dengan menelusuri kota Roma, bahkan sampai keluar kota itu.

Persaingan itu kemudian menimbulkan korban pertama dalam sejarah jurnalistik. Seorang Diurnarii bernama Julius Rusticus dihukum gantung atas tuduhan menyiarkan berita yang belum boleh disiarkan (masih rahasia). Pada kasus itu terlihat bahwa kegiatan jurnalistik di zaman Romawi Kuno hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informasi saja.

Tetapi kegiatan jurnalistik tidak terus berkembang sejak zaman Romawi itu, karena setelah Kerajaan Romawi runtuh, kegiatan jurnalistik sempat mengalami kevakuman, terutama ketka Eropa masih dalam masa kegelapan (dark ages). Pada masa itu jurnalistik menghilang.

kenapa jurusan PAI mempelajari Pendidikan Jurnalistik?

karena Pendidikan Jurnalistik sangat bermamfaat dan mempunyai peran signifikan dan penting didalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, begitu juga Pendidikan Jurnalistik harus mempunyai kode etik dan terhindar dari kebohongan, penipuan, pornografi sehingga publikasi itu semua sesuai dengan norma-norma yang telah ditentukan dan norma-norma agama.

Artikel Teraktual

Andik Antar Bajul Ijo Raih Unity Cup
Top of Form
Bottom of Form
Surabaya (beritajatim.com) - Satu gol dan dua assist disumbangkan oleh Andik Vermansyah di leg kedua Unity Cup 2011, Rabu (28/12/2011) malam ini di Stadion Gelora 10 Nopember. Kemenangan 3-2 atas Kelantan FA membuat Persebaya berhak atas trofi Unity Cup yang baru pertama kali digelar. Kemenangan tim berjuluk Bajul Ijo ini sekaligus mengobati duka Indonesia yang sudah dua kali ditaklukkan Malaysia di dua ajang berbeda.
Babak I
Kelantan mencoba menekan pertahanan Persebaya di awal laga. Sebuah tendangan first time dilepaskan kapten Badri Radzi menit ketiga. Tapi belum tepat sasaran. Persebaya mencoba bangkit melalui kecepatan Andik Vermansyah dan Rendi Irwan. Memang kedua pemain ini menyulitkan pertahanan Kelantan, tapi hingga menit ke-10, tak ada gol yang tercipta.
Hanya tercipta satu kartu kuning oleh Aziz Ismail di menit kesembilan setelah melanggar Andik. Pada menit ke-12, sebuah umpan terobosan Rendi mengarah ke Andik. Dengan kecepatannya, Andik sukses mengelabuhi dua pemain sebelum berhadapan satu lawan satu dengan kiper Khairul Fahmi Che Mat. Sayang peluang andik dapat digagalkan kiper nomor satu Tim Nasional (Timnas) Malaysia itu.

Dan baru menit ke-16 Andik akhirnya menjebol gawang Fahmi. Kembali umpan silang 'soulmate' Andik, Rendi lah yang menjadi akar gol Persebaya. Menyisir sektor kanan Kelantan, krosing Rendi disambut sempurna Andik. Skor 1-0 Persebaya unggul. Sayang setelah unggul, tuan rumah justru mengendurkan tempo permainan. Sebuah tendangan dilepaskan Aziz, tapi terlalu lemah dan mampu diamankan kiper Endra Prasetya.
Sedangkan hingga menit ke-30, Persebaya masih mengandalkan serangan cepat yang dimotori trio mungil, Andik, Taufiq dan Rendi. Namun kondisi lapangan yang licin karena hujan, membuat pemain sering terjatuh. Kelantan mengambil kendali permainan. Peluang didapat Norfarhan Mohamad, tapi tandukannya belum tepat sasaran.
Persebaya mendapat peluang emas kedua pada menit ke-37. Diawali permainan bola atas Taufiq dan Mat Halil, bola sempat dikontrol dengan dada sebelum sidorkan ke arah Feri Ariawan. Sayang tandukannya masih terlalu lemah dan bisa diantisipasi pemain belakang The Red Warriors.
Feri kembali membuang peluang di menit ke-40. Berawal dari tendangan bebas Amaral, bola diterima dengan kepala oleh Dutra dan di arahken ke Feri. Sayang tandukan Feri justru melambung di atas mistar gawang. Menjelang babak pertama usai, Persebaya mendapat kesempatan lewat tendangan bebas Dutra. Sayang bola justru melambung. Babak pertama berkesudahan dengan skor 1-0 untuk tuan rumah.
Babak II
Babak kedua baru berjalan tiga menit, Kelantan FA sudah menyamakan kedudukan lewat Norshahrul Idlan Talaha. Memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persebaya yang masih belum panas, Mohamed Mahmoud Ghadar dengan mudah melepaskan tendangan silang, tapi membentur tiang gawang. Bola muntah lalu disambar dan gol, skor berubah 1-1.
Setelah kebobolan di awal babak, sebuah peluang tercipta oleh Feri Ariawan. Sayang posisi Feri sudah terjebak offside. Pergantian pun dilakukan oleh Persebaya. Amaral yang sedari awal babak kedua sudah melakukan banyak kesalahan, ditarik keluar dan digantikan pemain asal Australia, Mario Karlovic di menit ke-59.
Kelantan juga merefresh lini depannya dengan memasukkan Denny Antwi dan menarik keluar Mohamed Mahmoud Ghadar. Pergantian pemain yang dilakukan Persebaya berbuah hasil. Di menit ke-65, Bajul Ijo kembali unggul lewat Feri Ariawan. Meneruskan umpan Andik Vermansyah, Feri dengan dingin mencocorkan bola ke gawang Khairul Fahmi Che Mat. Persebaya unggul 2-1.
Setelah gol Feri, Kelantan mengancam lewat kaki sang kapten Badri 'Piya' Radzi. Sayang bola masih bisa digagalkan mistar gawang. Andik kembali menjadi otak lahirnya gol ketiga Persebaya yang tercipta di menit ke-74. Memanfaatkan umpan mendatarnya, kapten Otavio Dutra mudah saya mengelabuhi kiper Fahmi. Bajul Ijo pun menggandakan keunggulan  menjadi 3-1.
Usai gol ketiga, Persebaya melepaskan ancaman lewat tendangan jarak jauh Taufiq menit ke-81. Sayang arah bola melenceng jaug dari sasaran. Kelantan sempat mendapat melalui tendangan bebas Indra Putra di menit ke-86. Beruntung kiper Endra Prasetya meninju bola keluar dari daerahnya. Semenit setelahnya, giliran Persebaya mendapat tendangan bebas, tapi eksekusi Karlovic dapat digagalkan pemain belakang Kelantan.
Lima menit menjelang laga usai, pertandingan semakin menarik karena kedua tim saling menyerang. Kelantan sempat memperkecil kedudukan melalui Indra Putra. Kedudukan tak berubah. Kemenangan 3-2 mengantar Persebaya juara Unity Cup dengan menang agregat 4-3 atas Kelantan FA. Gelar ini pun membuat sekitar 28 ribu Bonek yang menghijaukan Stadion Gelora 10 Nopember bersorak gembira.

Artikel Teraktual


Kerusuhan Bima: Puluhan Korban Hilang, Empat Terindentifikasi Tewas

Bima Sumbawanews.com.- Jumlah korban dalam kerusuhan Bima, Sabtu (24/12) kemarin semakin bertambah, hingga Minggu (25/12) setidaknya sudah empat orang tewas yang berhasil  teridentifikasi dan mayatnya berada di RSU Bima. Keempatnya yakni Arif Rahman (18), Syaiful (17), Alamsyah dan Ismail (51).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima H. Najib melalui sambungan telpon membenarkan bahwa jumlah korban bentrokan semakin bertambah, bahkan informasi yang beredar saat ini jumlah korban meninggal mencapai 12 orang, "Kami lagi mencari tahu siapa-siapa saja yang 12 orang tersebut." ungkap anggota DPRD dari Partai Hanura ini.
Diceritakannya saat ini korban yang masih dirawat di RSU Bima sekitar 14 orang dan yang hilang dan belum pulang kerumahnya masing-masing sekitar 54 orang.
"Masyarakat berkeyakinan, keluarga mereka yang hilang ikut menjadi korban yang tewas dilaut dan mereka sedang mencari tahu tentang kebenaran informasi tersebut." ungkapnya.
Terkait dengan kondisi pelabuhan penyebrangan Sape, Najib menginformasikan bahwa pelabuhan Sape sudah berjalan normal, "Bahkan kondisi umum kecamatan sape sudah normal." jelasnya.
Pulihnya kondisi Kecamatan Sape disebabkan para pendemo yang menguasai Pelabuhan Sape sebenarnya bukan berasal dari kecamatan Sape tapi berasal dari Kecamatan Lambu.
Sebaliknya kondisi Kecamatan Lambu saat ini cukup mencekam, "Aparat keamanan belum berani masuk ke Kecamatan Lambu, karena masyarakat melakukan pemblokiran dengan cara menumbangkan pohon-pohon di tengah jalan." terang anggota DPRD yang sebelumnya ikut menjadi fasilitator agar masyarakat mengubah tuntutannya menjadi “Bupati menghentikan segala kegiatan eksplorasi tambang emas di kec.Lambu dalam waktu 1 tahun dan kemudian dapat diperpanjang lagi dalam waktu yang ditentukan kemudian“. 
Banyaknya jumlah korban yang hilang dan bertambahnya jumlah yang tewas juga dibenarkan oleh anggota DPRD NTB Johan Rosihan, menurut Johan jumlah korban yang meninggal masih simpang siur, namun yang kemungkinan besar meninggal berada di laut. "Saat massa diamankan lewat laut, banyak masyarakat yang kemudian terjun kelaut untuk mengamankan diri untuk menghindari tembakan." jelasnya.
Sementara itu, buntut dari kerusahan ini, Polda NTB telah menangkap provokator diantaranya : 1. atas nama H (DPO Polda NTB), A alias O, dan Sy.
Jumlah massa yang diamankan dan diambil keter di Polres Bima 31 org (25 dewasa dan 6 anak). dengan barang bukti parang 10, sabit 4, tombak 1, bom molotov 1, bensin 2 botol dan lain-lain. (sn01)

Artikerl Teraktual


Otak Pemerkosa Tukang Sayur di Angkot Mengaku Khilaf
DEPOK – Rasa trauma Rs hingga kini belum kunjung hilang akibat perampokan dan pemerkosaan yang dialaminya di angkutan kota (angkot) M 26 jurusan Bekasi-Kampung Melayu.
Setidaknya kini rasa trauma dan pedih itu bisa sedikit terobati setelah polisi berhasil menangkap tiga pelaku yakni JR (18), Dd (18), dan YN (19) di Bandung.
Polisi pun hingga kini masih memburu pelaku lainnya yang masih buron yakni MS. Saat di ruang tahanan Polres Depok, JR mengaku memang berniat sejak awal ingin mencari korban. Kebetulan saat itu datanglah Rs yang naik ke angkot M 26. Bak mangsa yang masuk ke kandang Singa, Rs pun akhirnya menjadi korban JR yang kesekian kalinya.
“Dari awal memang sudah niat, pernah juga rampas motor di Tebet,” tuturnya di ruang tahanan Polres Depok, Senin (26/12/11).
JR juga mengaku khilaf setelah memperkosa Rs. “Iya memang saya khilaf, ada ibu–ibu yang naik, dan diajak juga teman saya si Dd, akhirnya ibu itu naik,” katanya.
Dalam setiap aksinya, JR, selalu membawa senjata tajam berupa golok dan samurai. Dari tujuh kali ia berperan sebagai otak kejahatan, selalu melukai korbannya. Bahkan, JR juga pernah membunuh korbannya di Duren Sawit, Jakarta Timur. Perilaku JR yang terbilang masih belia di usianya 18 tahun ini, sudah cenderung sadis.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan untuk mengujinya pihaknya berencana memanggil psikolog untuk mengetes kejiwaan JR. JR, kata Mulyadi, juga merupakan residivis kasus penggelapan dan ditahan di LP Tangerang.
“Rencana saya panggil tim psikolog, harus itu, karena semua korban dia pasti berdarah–darah,” jelasnya.
Seluruh pelaku, lanjut Mulyadi, adalah warga Pondok Kopi, Jakarta Timur. Alasan utama diduga kuat karena faktor ekonomi. “Warga Pondok Kopi, itu meeting place mereka, semuanya masih kita dalami,” tegasnya.
Sementara Rs sendiri mengaku baru merasa puas jika pelaku dihukum mati atau seumur hidup. Namun JR akan dijerat dengan pasal berlapis khusus untuk kejadian terhadap Rs, yakni pasal 285 KUHP dan pasal 365 KUHP

Pengertian Jurnalistik: Ragam Definisi Jurnalistik


Secara harfiah (etimologis, asal usul kata), jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian.
1. Jurnalistik : yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran. (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
2. Jurnalistik: “kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis surat kabar, majalah, atau berkala lainnya”. (Kamus Umum Bahasa Indonesia).
3. Jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran dan pengkajian) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada. (Ensiklopedi Indonesia).
4. Jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting dan menyebarkan berita dan karangan utuk surat kabar, majalah, dan media massa lainnya seperti radio dan televisi. (Leksikon Komunikasi).
5. Journalism: the profession of gathering, writing, editing, publishing news, as for the newspaper and other print and broadcast media. Journal: a daily & diary record, hence sometimes used as a synonym for a newspaper, a printed record of proceeding. (Webster’s New World: Dictionary of Media and Communication).
6. Journalism is the craft of conveying news, descriptive material and comment via a widening spectrum of media. These include newspapers, magazines, radio and television, the internet and even, more recently, the cellphone. (Wikipedia).
7. Journalist is the occupation if editing and writing newspaper and magazines. (Webster Tower Dictionary)
8. Jurnalistik adalah proses kegiatan mengolah, menulis, dan menyebarluaskan berita dan atau opini melalui media massa. (Asep Syamsul M. Romli. 2003. Jurnalistik Dakwah. Bandung: Rosda).
9. Journalism ambraces all the forms in which and trough which the news and moment on the news reach the public. (F. Fraser Bond).
10. Jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya. (M. Djen Amar).
11. Jurnalistik adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuki pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. Selain bersifat ketrampilan praktis, jurnalistik merupakan seni. (M. Ridwan).
12. Jurnalistik adalah teknik mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak. Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja. (Onong U. Effendi).
13. Jurnalistik adalah semacam kepandaian karang-mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya. (Adinegoro).
14. Jurnalistik adalah segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan (Summanang).
15. Jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran. (Roland E. Wolseley).
16. Jurnalistik adalah kegiatan pencatatan dan atau pelaporan serta penyebaran tentang kejadian sehari-hari. (Astrid S. Susanto).
17. Jurnalistik adalah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan. (Erik Hodgins).
18. Jurnalistik merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun ulasannya mengenai berbagai peritiwaatau kejadian sehari-hari yang aktualdan factual dalam waktu yang secepat-cepatnya. (A.W. Widjaya).
19. Definisi tentang jurnalistik cukup banyak. Namun dari definisi-definisi tersebut memiliki kesamaan secara umum. Semua definisi juranlistik memasukan unsur media massa, penulisan berita, dan waktu yang tertentu (aktualitas). (A. Muis).
20. Dalam jurnalistik selalu harus ada unsur kesegaran waktu (timeliness atau aktualitas). Seorang jurnalis memiliki dua fungsi utama. Pertama, fungsi jurnalis adalah melaporkan berita. Kedua, membuat interpretasi dan memberikan pendapat yang didasarkan pada beritanya. (Edwin Emery).
21. Journalism covers all mankind’s activities, and challenging to the intellect. Journalism encompasses fields ranging from reporting with words and photographs to editing, and from newspaper to television. Journalists are the eyes, ears and curiosity of the public and must be so broad in their outlook that they can translate events in many fields. (Spencer Crump).
22. Jurnalisme adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta & melaporkan peristiwa (Mac Dougall)
23. Jurnalistik atau jurnalisme berasar dari kata Journal: catatan harian. Catatan mengenai kejadian sehari-hari atau bisa juga berarti surat kabar. Journal berasal dari kata latin diurnalis, artinya harian atau tiap hari. Dari perkataan itulah lahir kata jurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan Jurnalistik. (Hikmat & Purna,a Kusumaningrat).
24. Jurnalistik adalah kepandaian yang praktis, objek di samping objek-objek ilmu publisistik, yang mempelajari seluk beluk penyiaran berita dalam keseluruhannya dengan meninjau segala saluran, bukan saja pers tapi juga radio, TV, film, teater, rapat-rapat umum dan segala lapangan. (Adinegoro)
25. Jurnalistik merupakan penulisan tentang hal-hal yang penting dan tidak kita ketahui. (Leslie Stephen)
26. Jurnalistik adalah pengiriman informasi dari tempat yang satu ke tempat yang lain dengan benar, seksama dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan berpikir, yang selalu dapat dibuktikan. (Erik Hodgins)
27. Jurnalistik adalah seni dan keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusuri dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya. (Kustadi Suhandang)
28. Jurnalistik atau jurnalisme merupakan pekerjaan kewartawanan untuk mengumpulkan, menulis, mengedit dan menerbitkan berita di dalam surat kabar. (Martin Moenthadi).
29. Pengertian jurnalistik menurut ilmu publisistik adalah hal-hal yang berkaitan dengan menyiarkan berita atau ulasan berita tentang peristiwa sehari-hari yang umum dan actual dengan secepat-cepatnya. (Amilia Indriyati).
Referensi:
1. Assegaff. 1982. Jurnalistik Masa Kini: Pengantar Ke Praktek Kewartawanan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
2. Muis, A. 1999. Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Dharu Annutama.
3. Romli, Asep Syamsul M. 2005. Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan. Bandung: Batic Press.
4. Santana K., Septiawan. 2005. Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Obor.

Sejarah Alun-Alun kota Malang

a. Alun-Alun Sebagai Pusat Kota Jawa
Secara historis, pembentukan kota Malang terkait dengan pemerintahan tradisional Jawa, dengan Alun-alun sebagai pusatnya. Dalam keyakinan tradisional masyarakat Jawa, keberadaan tempat tinggal sangat erat terkait dengan “abstraksi” mereka terhadap alam semesta. Sehingga, di kalayak masyarakat Jawa, menamai kota sebagai “Negari” atau semacam negara. Sedangkan, lingkungan Alun-alun dengan Kadipaten dinamai sebagai “Kutha”, atau semacam ibukota negara. Berdasar keyakinan tradisional tersebut, keberadaan Alun-alun kota Malang menjadi halaman ibukota negara. Kadipaten dengan orientasi Alun-Alun, bersifat sakral, menggambarkan hubungan simbolisasi raja (dianggap keturunan Dewa) dan masyarakat yang “menyembahnya”. Kadipaten dengan Alun-alun sebagai kesatuan, merupakan area privasi. Disisi lain, yakni di wilayah lingkaran luar, merupakan area publik. Kedudukan Kadipaten berperan sebagai penyelaras kedua sifat berlawanan tersebut. Area lingkaran luar di satu sisi, sebagai implementasi sifat publik dan profan keduniawian. Alun-alun di sisi lain, sebagai inplementasi sifat privasi dan spiritual. Sifat spiritual Alun-alun, di implementasi dengan kebaradaan Masjid. Konsepsi demikian, merupakan perujudan keyakinan masyarakat Jawa, yang menginginkan hidup selaras dengan alam, seimbang dalam spirituil dan meteriil.

b. Alun-Alun Periode Kolonial

Kota Malang dibawah pemerintahan kolonial Belanda, berawal dari kekalahan pasukan Suropati di Pasuruan, sekitar tahun 1707. Pada awalnya, kota Malang dapat dikategorikan sebagai kota agraris. Semakin kuatnya pemerintah kolonial Belanda untuk menguasai perkebunan, merubah kota Malang menjadi kota administrasi. Ciri tersebut, terlihat dari susunan spasial kota, berpusat di sekitar Alun- Alun. Pada lingkaran pertama di sekeliling Alun-alun Malang, terdapat rumah kediaman kepala daerah setempat (Bupati). Di kawasan ini, juga terdapat bangunan-bangunan penting seperti gedung pemerintahan (Ass. Residen), masjid, gereja, penjara, serta kantor Bank. Pada lingkaran berikutnya, terdapat rumah-rumah pamong praja ataupun pejabat-pejabat daerah. Diselang seling bangunan tersebut, terdapat permukiman-permukiman lain, serta fasilitas penunjang kota.

2.3 Standar Taman Kota (Alun-Alun)
Taman kota alun-alun Merupakan Taman yang Indah yang dikelilingi oleh bangunan kuno seperti masjid Jami dan gereja Katolik serta pusat perbelanjaan. Taman kota alun-alun ini sangat cocok dijadikan pusat rekreasi masyarakat karena lokasinya yang strategis yang terletak di Jalan Kayutangan yang berada persis di sebelah Barat Alun-alun, membentang arah Utara – Selatan, merupakan jalur utama kota Malang. Suatu are dapat dikatakan sebagai alun-alun apabila area tersebut merupakan ruang public. Dimana alun-alun malang ini merupakan ruang public.


2.4 Desain Taman Kota (Alun-Alun)
desain alun-alun kota malang ini sangat dipengaruhi oleh budaya tradisional dan budaya bangsa belanda, hal ini dikarenakan pada masa pembentukan alun-alun sangat dipengaruhi oleh campur tangan dan pemikiran bangsa belanda. Hal ini berdasarkan pada data – data documenter yang terkait proses pembentukan alun-alun kota malang, misalnya tentang konsep pembentukan ruang terbuka di alun-alun yang diadopsi dari konsep di Eropa. Desain alun-alun kota malang terdapat kolam di tengah-tengah alun-alun tersebut, dimana perancangan kolam tersebut dirancang dengan kurang memperhatikan aktivitas-perilaku pengguna, sehingga penutup tanahnya di buat dengan bahan yang memberikan efek panas (pola-pola semacam paving), apalagi di sekitarnya tanpa ada naungan pohon-pohon. Selain itu para pengunjung juga ketika menikmati kolam sangat terganggu oleh adanya pagar disekitar kolam. Selain itu juga di bangun tempat – tempat duduk untuk para pengunjung agar bisa duduk lantai di alun-alun.
2.4.1 unsur-unsur fisik pembentuk alun-alun kota malang
Unsure-unsur fisik yang ada di alun-alun kota malang antara lain, meliputi ;
  1. Di sekeliling kolam terdapat tempat duduk seperti teater terbuka
ditempat ini dulu dijadikan sebagai tempat anak-anak menonton atraksi topeng monyet.
  1. Sisi timur area parkir alun-alun kota malang yang beraspal
Pada sisi ini biasanya digunakan oleh para pedagang kaki lima untuk berjualan.
  1. Lantai paving sisi utara kolam dengan teduhan pohon beringin
Tempat ini biasanya juga di gunakan oleh para PKL untuk mencari nafkah.
  1. Pedestrian berpaving
Area ini dinikmati sebagai tempat olahraga badminton.
  1. Taman berumput
Area ini dapat dijadikan sebgai area rekreasi yang nyaman bagi para pengunjung alun-alun kota malang.
2.5 Lingkungan Sekitar Alun-Alun Malang
Di sekitar alun-alun kota malang terdapat berbagai macam bangunan-bangunan baik itu bangunan lama atu bangunan baru. Bangunan lama di sekitar alun-alun malang adalah gereja dan masjid jami`, sedangkan bangunan modernnya adalah mall – mall di sekitar alun-alun kota malang. Selain itu juga di sekitar alun-alun kota malang ini juga terdapat banyak PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berjualan macam-macam makanan. Selain itu lingkungan sekitar alun-alun kota malang juga di kelilingi oleh pohon-pohon beringin yang member nuansa sejuk di daerah sekitar parkiran dan tempat para PKL berjualan.
2.6 Aktivitas masyarakat Di Alun-Alun Kota Malang
Aktivitas masyarakat di alun-alun kota malang sangat beraneka macam antara lain :
  1. Aktivitas komersil para Pedagang kaki Lima (PKL) yang dilakukan mulai pagi sampai malam.

  1. Aktivitas/kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh para pengunjung dalam mengisi waktu luang (pacaran) atau menyenangkan anak-anak bagi orang-orang yang sudah berkeluarga.
  1. Aktivitas dalam mencari pendapatan yang dilakukan oleh para pengamen, para pengamen ini mulai datag di alun- alun pada sore hari.





Tentang Qw

Roja saat ini kuliah di Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang, tepatnya dijurusan Pendidikan Agama Islam.

Pengertian Pers Menurut Para Ahli

Wilbur Schramm, dkk dalam bukunya “Four Theories of the Press” mengemukakan 4 teori terbesar dari pers, yaitu the authoritarian, the libertarian, the social responsibility, dan the soviet communist theory. Keempat teori tersebut mengacu pada satu pengertian pers sebagai pengamat, guru dan forum yang menyampaikan pandangannya tentang banyak hal yang mengemuka di tengah-tengah masyarakat. 
Menurut Bapak Pers Nasional, Raden Mas Djokomono, Pers adalah yang membentuk pendapat umum melalui tulisan dalam surat kabar. Pendapatnya ini yang membakar semangat para pejuang dalam memperjuangkan hak-hak bangsa indonesia pada masa penjajahan belanda

  •  

Perkulihaan di Malang Pos

Hasil kuliah adalah:
Sejarah Surat Kabar di Malang
Suara Indonesia – Sekitar tahun 1984 Harian Suara Indonesia didirikan di Malang dan merupakan anak perusahaan Sinar Kasih Grup. Tahun 1980an, Harian Suara Indonesia di Malang cukup kuat dengan tiras mencapai 40.000 eksemplar per edisi dan juga sempat beredar ke Blitar, Jember, Pasuruan dan Surabaya. Pada tahun 1993, Suara Indonesia diambil alih oleh Jawa Pos Grup dan dipindahkan ke kota Surabaya. Pada akhir tahun 2000, Suara Indonesia ditutup dan dibuka kembali dengan nama Radar Surabaya.
Industri pers di Malang sangat hidup dengan keberadaan tiga surat kabar daerah serta lima surat kabar regional maupun nasional yang mempunyai biro di Malang. Wajah pers Malang dapat mewakili kecenderungan-kecenderungan umum di tubuh pers Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan keadaan pers di daerah Malang baik dulu maupun saat ini, menerangkan fenomena pers daerah dalam koteks sejarah pers di Indonesia dan menentukan isu-isu apa yang paling mempengaruhi perkembangannya di masa depan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang berdasarkan wawancara dengan karyawan pers di Malang serta korespondensi dengan karyawan pers di kota-kota lain, terutama Surabaya.
Walaupun istilah pers dapat diartikan sebagai semua media cetak, yang menjadi fokus istilah ‘pers’ dalam abstrak ini adalah industri persuratkabaran yang merupakan media cetak yang sangat penting di Malang dan yang memberikan kesempatan untuk diteliti.

RIWAYAT PERS DI MALANG
Akhir tahun 2001 di Malang terdapat tiga jenis pers yang jelas berbeda, yaitu pers nasional, pers regional dan pers daerah, yang juga disebut pers lokal. Keadaan pers di Malang adalah:

  • Tiga surat kabar daerah, yaitu Malang Post, Memo Arema dan Radar Malang.
  • Tiga surat kabar regional yang dapat dibeli sekaligus menempatkan wartawan di Malang, yaitu Radar Surabaya, Surabaya Post dan Surya.
  • Dua surat kabar nasional yang beredar maupun memiliki biro di Malang, yaitu Jawa Pos dan Kompas.